ILHAM KHOIRI
ILHAM KHOIRI lahir di Bojonegoro, Jawa Timur, 2 Desember 1974. Belajar pada Fakultas Ushuluddin, Institut Agama Islam Negeri (sekarang Universitas Islam Negeri atau UIN) Jakarta , dan lulus tahun 1998. Pendidikan Magister Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung (ITB), dengan beasiswa dari Ford Foundation. Lulus tahun 2002, dengan tesis Wacana Seni Rupa Modern Islam di Indonesia (tahun 1970-2000). Sejak 2003, Ilham menjadi wartawan di Harian Umum Kompas. Liputannya banyak terkait dengan peristiwa seni-budaya (khususnya seni rupa, teater, dan tari). Tahun 2009, Ilham mengikuti The International Art Journalism Institute in The Visual Art di The American University, Washington DC . Bersama sejumlah jurnalis dari 12 negara, dia mengunjungi galeri seni di beberapa kota di Amerika, berdiskusi dengan banyak seniman, kurator, kritikus, dan akademisi seni.
Beberapa penghargaan pernah diraih Ilham. Features-nya tentang "Budaya Suku Laut di Belitung" mendapat Anugerah Kebudayaan dari Departemen Kebudayaan dan Pariwisata (Depbudpar) RI tahun 2005. Begitu pula features tentang "Keindahan Pantai Belitung" yang memperoleh penghargaan Sapta Pesona dari (Depbudpar) RI tahun 2005. Tahun 2007, laporannya tentang "Metamorfose Zapin Melayu" dapat penghargaan Sagang Melayu di Pekanbaru, Riau. Ilham pernah menjadi co-curator pameran retrospektif pelukis AD Pirous: Vision, Faith and a Journey in Indonesian Arts di Galeri Nasional Indonesia di Jakarta (tahun 2002). Dia juga menjadi anggota tim kurator pameran The Second God oleh Jakarta Art Movement di Galeri Nasional, Jakarta (tahun 2010).
BAMBANG ASRINI WIDJANARKO

BAMBANG ASRINI WIDJANARKO, kurator independen dan penulis seni rupa di Jakarta ini menamatkan gelar kesarjanaanya di bidang ilmu sosial dan politik. Sempat diundang oleh pemerintah AS via National Endowment of The Arts (NEA) untuk berpartisipasi pada International Visual Arts Journalism Institute Program di beberapa kota besar di AS, seperti Washington DC, Baltimore, Philadelphia dan New York. Kerja kuratorial independennya pernah di lakukan di Singapura dan Jakarta. Membentuk komunitas seni Jakarta Art Movement (JAM) dan mengeksekusi pameran The Second God di Galeri Nasional Indonesia serta kerja kuratorial terakhirnya bertajuk Sin City, An Exhibition of Sustainable Art dilaksanakan di galeri yang sama. Tulisan-tulisannya sebagai freelancer art writer tentang seni rupa tersebar di beberapa media nasional di Indonesia.
SENO JOKO SUYONO

SENO JOKO SUYONO aktif menulis artikel seni rupa, teater dan tari. Sehari-hari adalah Redaktur Pelaksana Seni dan Budaya serta tulisan-tulisan feature panjang di rubrik Selingan Majalah Tempo .Pernah kuliah di fakultas Filsafat UGM dan STF Drijakara (tidak tamat).
Bukunya yang telah terbit adalah: Tubuh Yang Rasis: Telaah Michel Foucault atas Dasar-dasar Pembentukan Diri Kelas Menengah Eropa (Pustaka Pelajar,2002). Novel: Tak Ada Santo Dari Sirkus (Lamalera,2010), Wild Reality: refleksi Kelamin dan sejarah Pornografi (bersama FX Rudy Gunawan,Gagas media), serta artikelnya dimuat dalam buku karya pilihan komunitas Utan Kayu: Tafsir Dalam permainan dan Tokoh Dalam Montase. Pernah membuat film dokumenter yang mendokumentasi para Indonesianis tua asal Rusia yang terlupakan di St Petersburg dan Moskow (2006).
Kurator Tamu
EILEEN LEGASPI RAMIREZ

Eileen telah menjadi konsultan kuratorial Museum Lopez di Filipina sejak tahun 2005.
Ia termasuk salah satu anggota dari Dewan Penasehat Arsip Seni Asia dan memberikan pengajaran dalam bidang kritik seni, curatorship, ketermelekan visual di Departemen Studi Seni, Universitas Filipina. Eileen merupakan anggota kelompok ke 2009 dari USA National Endowment untuk Institut Jurnalisme Seni Internasional dalam seni visual. Tulisannya dapat dilihat di Forum Seni Kontemporer dan Masyarakat, n. paradoxa : jurnal seni feminis internasional, C-Arts : Seni dan Budaya Kontemporer Asia, Metropolis M: Majalah Seni Kontemporer, Pananaw : Jurnal Seni Visual Filipina, dan Ctrl+P : Jurnal Seni Kontemporer.
Tulisan yang telah dibuatnya berdasarkan ranah pikirannya sebagai jurnalis, peneliti perkembangan sosial, dan akademis. Selama lebih dari satu dekade, penelitiannya terfokus pada seni pertunjukkan orang-orang Filipina. Aspek-aspek dalam penelitian tersebut dapat dilihat di cpracis.org, realtimearts.net, Philippine Humanities Review, Daluyan: Journal ng Wikang Filipino, dan Intermagazine, Quebec.
Esai terbarunya "Membuat Jejak: Kurasi sebagai Frame dan Koding", dalam Jejak Prakteknya : Paparan terpilih dari Konferensi Studi Seni Filipina, Februari 2011 dan "Narrative Anathema" dalam Negotiating Home, Sejarah & Negara : dua dekade seni kontemporer di Asia Tenggara 1991-2011, Singapore Art Museum.
Asisten Kurator
SARI NAKISHA
Sejak remaja telah menjadi penulis cerpen dan puisi di beberapa majalah ibukota. Meski kuliah dan menamatkan studinya di manajemen, tak menghentikannya untuk tetap menggeluti kegiatan berkesenian. Malahan, mengkombinasikan pengetahuan bidang manajemen dengan kesenian ketika bekerja di sebuah perusahaan televisi swasta Nasional sebagai Art Director. Kiprahnya tak berhenti disitu, Sari Nakisha kemudian memutuskan untuk menjalani karir sebagai Art Manager dan Art Event Organizer dengan banyak menangani program acara seni dan budaya, termasuk sebagai produser eksekutif pada sebuah pagelaran wayang multimedia kolosal yang melibatkan 300 orang pendukung acara. Kegiatan terkininya adalah mengelola manajemen beberapa perupa nasional yang tinggal dan berkarya di Jogjakarta.
Sari lulus dan meraih gelar Bachelor of Business Management dari University of the City of Manila. Selain sebagai penulis independen, Sari tercatat sebagai pemilik dari Naksh Pro - The Art Organizer & Management, dan menjadi Executive Producer - Wayang Serat Nusaraya. Beberapa karya tulisan tangannya akan dipublikasikan dalam beberapa waktu ke depan.
DUDY AGUSTA
Sejak 1990 menggeluti dunia komunikasi marketing, event dan sport manajemen yang dimulai dari kantor konsultan Inke Maris & Associates. Pernah menahkodai kantor Konsultan dan event Management yang didirikan bersama beberapa rekan di Sendco The Organizer. Beberapa event yang dilaksanakan antara lain Indocomtech 1993, Jakarta International 10K 2004-2008, Piala Emas Bang Yos 2006 dan terlibat juga di Piala Asia 2007. Beberapa kali juga pernah diminta menjadi pembicara tamu dalam beberapa workshop event - sport management dari kantor Menegpora. Sampai saat ini masih menjadi anggota Pokja ICT4W dari kantor Menteri KPPA dan staff lepas di kantor Dinas Olahraga Pemuda DKI Jakarta. Bersama-sama kurator yang sama, tahun 2010 menjadi pelaksana program acara Pameran Jakarta Art Movement "Second God".
IMAM
MUHTAROM

Imam Muhtarom, lahir 12 Mei 1977. Lulus dari Fakultas Sastra Universitas Airlangga Surabaya tahun 2001. Menulis fiksi, resensi buku, artikel sastra, dan karya terjemahan. Berbagai tulisannya tersebar di pelbagai media antara lain Jurnal Cerpen Indonesia, Jurnal Kalam, Jurnal Anarki, Majalah Bahana (Brunei), Kompas, Media Indonesia, The Jakarta Post, Koran Tempo, Suara Karya, Jawa Pos, Sinar Harapan, Republika, Surabaya Post, Surya, Surabaya News, BUSOS, Jawa Pos, Suara Merdeka, Sinar Harapan, Bali Post, Lampung Pos, Riau Pos, Karya Dharma, Memorandum. Pada tahun 2000 dan 2001 dua fiksinya diantologikan dalam Gonjong 1 dan Potret Keluarga atas sayembara yang diadakan Universitas Negeri Padang dan Universitas Deakin Australia dan dialihbahasakan ke bahasa Inggris. Juara 1 untuk penulisan cerita dalam Peksiminal Jatim tahun 2000. 10 terbaik untuk penulisan cerpen yang diselenggarakan Harian Bali Post tahun 2002. Kumpulan cerpennya Rumah yang Tampak Biru oleh Cahaya Bulan telah terbit oleh Penerbit Grasindo. Kumpulan cerpen bersamanya Si Murai dan Orang Gila (DKJ dan Kepustakaan Populer Gramedia, 2010) dan Matahari di Nusantara (Pusat Bahasa, Kemendiknas, 2010). Pada 2010 diundang Ubud Writer and Reader Festival. Aktif di organisasi antara lain Forum Studi Sastra dan Seni Luar Pagar (FS3LP, 1999-sekarang), Jakarta Art Movement (JAM, 2009- sekarang). Sering menulis review pameran seni rupa. Kurator pada pameran 2010.

Kurator