Q : Apa itu Biennale?
A : Biennale adalah pameran besar seni visual dari para perupa kontemporer. Pameran ini ditujukan untuk publik dan pecinta seni yang ingin menemukan dan menikmati berbagai ekspresi seni, budaya masyarakat dari beberapa negara melalui karya seni visual.
Q : Apa makna biennale bagi sebuah kota?
A : Penyelenggaraan Biennale, sebagai ajang seni rupa, secara internasional telah disepakati sebagai acuan pencapaian seni pada umumnya, maupun seni rupa pada khususnya. Selain itu juga menjadi tolok ukur kemajuan suatu kota atau suatu bangsa.
Hal ini tentu saja dilandasi hubungan antara seni dan kota yang saling mempengaruhi. Seni yang baik membutuhkan tempat yang kondusif untuk tumbuh dan berkembang. Sebaliknya, kota yang semakin maju, sewajarnya memberi ruang bagi seni. Dalam konteks inilah, Jakarta Biennale menjadi penting untuk tetap ada, bahkan terus berkembang.
Q : Apa itu Jakarta Biennale ?
A : Jakarta Biennale adalah perhelatan seni rupa internasional yang diadakan dua tahun sekali. Sejak 1968, Jakarta Biennale telah diselenggarakan sebanyak 14 kali. Jika 2009 lalu kami mengangkat tema Are(n)a, tahun ini kami menyelenggarakan Jakarta Biennale #14.2011 dengan tema “Maximum City”.
Q : Kapan terakhir kali digelarnya Jakarta Biennale ?
A : Jakarta Biennale #13 terakhir kali digelar pada tahun 2009 dengan tema besar ARENA.
Q : Bagaimana dengan perkembangan Jakarta Biennale pada tahun ini ?
A : Puncak acara Jakarta Biennale #14 pada tahun ini akan berlangsung dari bulan November 2011 – Januari 2012.
Q : Apa tema yang diangkat pada Jakarta Biennale #14 pada tahun ini ?
A : “Maximum City : Survive or Escape? “ Merupakan istilah untuk menggambarkan Jakarta sebagai kota yang sesak dan padat. Warga Jakarta dihadapkan pada dua pilihan, yaitu Survive or Escape?, yaitu pilihan antara apakah kita akan tetap bertahan sambil terus mencari solusi, asyik menempuh jalan sendiri-sendiri, atau malah kabur dari semua problem kesesakan kota ini? Sebagai inspirasi, kondisi “maximum city” ini adalah sumber provokasi dan tantangan yang menjanjikan berbagai ketidakterdugaan. Jakarta Maximum City ; Survive or Escape? Memiliki lima subtema yaitu: Violence and Resistance, Narcisism, Voyeurism, and The Body, Game, Leisure, and Gadget Victim, Metro-Text Seductions, Citizen and Homo Ludens.
Q : Apa saja program yang akan berlangsung selama Jakarta Biennale #14 ?
A : Dalam Jakarta Biennale #14 ini juga diadakan paralel event sebagai bagian dari Minimum dan Medium, yang sudah dimulai dari bulan Juli 2011, antara lain: Blues For Freedom, Launching Buku Taring Padi, Pameran Foto Mata Perempuan, Pameran Bersama Skizofrenia dan Biennale Baca Sastra.
Q : Di lokasi mana saja acara Jakarta Biennale #14 akan berlangsung?
A : Galeri Nasional Indonesia, Galeri Cipta II & III, Bentara Budaya, Terminal, Stasiun, Mal, Taman dan di beberapa ruang-ruang publik lainnya.
Q : Apa saja jenis karya seni yang dipamerkan?
A : Patung, lukisan, performance, instalasi, video mapping, arsitektur, fashion, urban art dan lain sebagainya.
Q : Bagaimana proses pemilihan perupa?
A : Para perupa dipilih oleh kurator Jakarta Biennale dan Komite Seni Rupa Dewan Kesenian Jakarta (DKJ). Mereka juga dapat memilih perupa muda dan perupa yang belum dikenal.
Q : Apa itu kurator ?
A : Kurator adalah seorang manajer yang menjaga institusi warisan budaya seperti galeri, museum, perpustakaan atau arsip. Selain itu juga sebagai orang yang bertanggung jawab atas karya seni yang menyangkut isi dari sebuah galeri (karya) ataupun pameran.
Q : Bagaimana dengan penyelenggaraan Biennale di negara lain ?
A : Seperti contohnya, Venice Biennale, merupakan awal dari Pameran Seni Internasional kota Venezia atau dengan istilah asing I Esposizione Internazionale d'Arte della Città di Venezia (1st International Art Exhibition of the City of Venice). Venice Biennale merupakan ide untuk mengundang seniman asing berpartisipasi dalam acara tersebut berdasarkan keputusan kerajaan dengan kontrol dari Dewan Kota Venesia. Sedangkan Biennale Havana, lebih melibatkan masyarakat dengan berpartisipasi menjadi bagian dari acara tersebut, misalnya dengan cara menjadi panitia acara tersebut, menyediakan tempat tinggal bagi seniman, dan menjadi guide bagi wisatawan asing tentang biennale yang berlangsung.
Q : Apa itu seni kontemporer ?
A : Seni yang dibuat lebih kepada masa kini atau bersifat modern (Yasraf Amir Piliang, pemerhati seni). Jadi, seni kontemporer adalah seni yang tidak terikat oleh aturan-aturan jaman dulu dan berkembang sesuai jaman sekarang.
Q : Apa ciri-ciri dari seni kontemporer ?
A : Tidak terikat oleh aturan-aturan jaman dulu dan berkembang sesuai jaman. Tidak adanya sekat antara berbagai disiplin seni, alias meleburnya batas-batas antara seni lukis, patung, grafis, kriya, teater, tari, musik, hingga aksi politik.
Q : Tema apa yang biasanya diangkat dalam seni kontemporer ?
A : Tentang sesuatu yang berkaitan dengan masalah-masalah yang terjadi pada batasan waktu tertentu
Q : Lalu, seperti apa contoh-contoh dari seni kontemporer itu ?
A : Contohnya dalam seni instalasi, sebagai karya yang biasanya mengandung pesan sosial. Selain itu juga dimaknai sebagai karya seni yang terdiri atas komposisi dan manipulasi objek-objek untuk menyampaikan sebuah pesan. Seperti seni instalasi karya Agus Suwage dengan tema “Dongeng Dari Bumi Yang Resah”, merupakan hasil komposisi dari beberapa lukisan yang menimbulkan keindahan baru. Ada juga body painting, yang mana seniman berusaha menciptakan kesan baru pada bagian tubuh manusia, seperti manipulasi bentuk binatang, bunga, buah-buahan, dan bentuk imajinasi lainnya. Lalu, karya-karya happening art dan berbagai karya enviromental art.
