gototopgototop
Banner

Metro-Text Seductions

Seniman asal Yogyakarta, yang menonjol dengan kreativitasnya yang disebut-sebut sebagai seni scannography. Karena aliran seni yang ditekuninya itu masih terbilang langka di Tanah Air, pria kelahiran 24 September 1971 ini kerap mendapat undangan pameran di mancanegara sendirian. Ia sempat diundang oleh Museum Seni Fukuoka di Jepang, dan pameran di London, Inggris. Jebolan Institut Seni Indonesia Yogyakarta ini memulai melakukan karya seni scannography pada 2005. Ia pernah mendapatkan beasiswa untuk belajar di Museum Nasional Seni di Seoul, Korea Selatan. Ia melatarbelakangi aliran seninya sekarang ini dengan bekal pendidikan jurusan fotografi di Institut Seni Indonesia, Yogyakarta.

Teks dalam uang seribuan merupakan komentar-komentar dari si pemegang uang. Dalam uang kertas tersebut, tentu saja tidak hanya ada satu komentar, tetapi bisa beberapa, yang kadang saling menimpali, kadang tidak ada hubungannya sama lain. Uang seribuan yang kusut lantaran seringkali tidak masuk dompet, tapi berpindah dari satu tangan ke tangan lain menjadi salah satu cirinya. Kusam, kucel, berkerut. Begitu juga nasib pemiliknya, golongan kaum bawah.

Lahir di Belgrade, Serbia, tahun 1976, dia mendapatkan Bachelor Studies at Faculty of Fine Arts, University of Arts in Belgrade (Serbia) dan  Magister Studies at Faculty of fine Arts in Belgrade. Sejak 2010, dia mengambil kuliah spesialisasi Art Studies di Institute of technology Bandung (ITB). Kini dia tingga di Bandung.

Dia menghadirkan instalasi motor tua yang ditanjapi bunga-bunga mawar merah. Berada di pusat lingkaran, motor dikelilingi lingkaran itu terbuat dari ketan hitam. Bersamaan dengan berjalannya waktu, ketan hitam dan bunga tadi melayu.

Perputaran itu bisa dicermati sebagai lingkaran kosmos. Tapi juga lingkaran kehidupan manusia yang rutin. Jiwa, romantisme, kenangan, dan keindahan manusia akhirnya bertemu dan melebur dengan takdir semesta.

Karya seni ini adalah representasi gerak individu-individu yang gelisah, bertemu, bergesekaan satu sama lain untuk mencapai obsesi dan keinginannya. Juga, bersama hasrat yang tak lagi terkendali memenuhi ruang yang kian sempit dan panas.

 

Spesifikasi karya

“The Limitless

Mixed media

2011

 

Tanda-tanda urban tidak hanya bisa untuk menjelaskan realitas material, tetapi yang immaterial juga bisa. Hanya saja tanda tersebut terkesan ironis, tapi justru itulah cara untuk membalik tafsir atas tanda realitas material urban.

 

Spesifikasi karya

“God is a DJ”

Instalasi mix-media: video art, digital jockey, interior design

2011

 

 

Karya ini merupakan upaya tranformasi teks sastra kedalam teks visual.  “Tempat” yang dalam teks sumber adalah Manhattan, New York, dalam karya saya citrakan sebagai “tempat” yang berkonotasi lokasi ditafsirkan sebagai citra “ruang” yang berdenotasi imajiner. Dalam kerangka imajiner terebut hadir percakapan Mimi Fadmi dengan karya “Seribu Kunang-kunang di Manhattan” karya Umar Kayam.

 

Judul: Kunang-kunang di Manhattan

Medium: Lukisan, ukuran 40 X 70 cm. Cat air, charcoal, di atas softboard.

Tahun: 2011

 

 

Bintang film, sinetron  penyanyi dan presenter kelahiran Bandung, 1987. Ia membuat sejumlah film pendek. Karya-karyanya telah dipamerkan di sejumlah perhelatan seni rupa. Tahun ini ia berperan serta dalam pameran A Room of Her Own, Dimensi Gallery, Surabaya dan Love/Lies (Secret), Portico Terrace Café and Gallery, Jakarta. Sebelumnya di Exhibition About The Indonesia Young Artist, Cheongju, Korea Selatan (2009), No Wall Exhibition, Kyoto, Jepang (2009), The Second God, Galeri Nasional Indonesia, Jakarta (2010).

Bertolak dari novel pop Clara Ng berjudul “barbie”. Film ini berkisah tentang penjaga kafe kepada penyanyinya tapi bertepuk sebelah tangan.

Spesifikasi karya

“Barbie”

Video

2010

Karya ini terinspirasi oleh cerpen Happy Salma yang berjudul "Fatamorgana". Di era modern ini semua orang bisa menciptakan fatamorgana tentang diri mereka untuk direpresentasikan oleh orang lain melalui medium jejaring sosial. Karya ini akan dipresentasikan seara interaktif.

 

Spesifikasi karya

Fatamorgana

Multimedia Installation

2011

Toko bisa diindentifikasi dan dikaitkan dengan budaya urban. Urban merupakan latar dari pelbagai masalah yang membanyagi manusia hari-hari ini. Untuk itu, Toko Satu Buku adalah proyek seni kolektif yang mengedepankan multitafsir tentang urban melalui teks yang ditawarkan kurator dengan meminjam novel Saman karya Ayu Utami.

 

Judul: Toko Satu Buku

Medium: Instalasi

Tahun 2011

Sandra Nyberg, lahir  tahun 1977, hidup dan bekerja di Pargas, Finlandia. Dia melukis, memotret, dan mengerjakan proyek seni lingkungan. Sandra belajar dan melatih dirinya di Belanda dan Australia sampai ia kembali ke akar di kepulauan Finlandia. Pekerjaan Nyberg telah terlihat dalam pameran dan acara seni di Finlandia maupun di luar negeri, misalnya di Denmark, Indonesia dan Australia.

"Subjective Drawings 2011” merupakan karya yang didasarkan pada pengalaman subjektif dari teks tertulis. Cerita pendek oleh penulis Finlandia Rosa Liksom berubah menjadi garis-garis abstrak EEG, mengomentari tugas yang tidak mungkin secara visual menafsirkan sebuah karya yang ditulis tanpa mengakui pentingnya pengalaman pribadi dan keterlibatan emosional. Namun demikian, garis-garis yang terus bergerak juga melambangkan kehidupan berlapis-lapis dalam suatu megaciti, aliran konstan impuls - lambat atau cepat, santai atau tegang. Dalam gambar subyektif, dia berusaha untuk menekankan pengalaman subyektif sebagai bagian penting dari konteks yang lebih besar.

Lahir 1987 di Passau, Jerman,  Sarah menyelesaikan studinya di Printmaking study,Universität für angewandte Kunst, Vienna, Austria pada tahun 2010 dimana pada tahun 2009, Sarah juga menamatkan sekolah senirupa pada Akademie der Bildenden, Künste Nürnberg, Germany. Melanjutkan karirnya di bidang senirupa dengan menjadi artis residensi di beberapa negara, Sarah sendiri telah mengikuti banyak pameran senirupa di Jerman dan Austria antara lain Road to nowhere, Grundstein7, Vienna, Austria dan Planerfüllung, AEG Nürnberg, Jerman.

Disadur dari buku Holzfallen: Eine Erreging karya penulis Austria, Thomas Bernhard, The Woodpecker adalah sebuah gambaran atas permasalahan Jakarta tentang lingkungan. Pohon yang terbaring jatuh adalah simbol dari segala permasalahan lingkungan hidup di Jakarta yang sangat tidak menghargai adanya taman kota, pepohonan yang kerap di tebang untuk membuka lahan yang di gunakan untuk pemukiman maupun sarana umum perkotaan.


Spesifikasi karya

WOODPECKER

Pertunjukan Instalasi

2011

Ucu Agustin adalah penulis cum wartawan dan pembuat film dokumenter. Aktif menulis sejak masih kuliah di Instiut Agama Islam Negeri (IAIN Syarif Hidyatullah Jakarta) dan menjadi kontributor serta anggota pada Serikat Penulis Berita Pantau sejak 2000. Minatnya yang besar terhadap jurnalistik dan ketertarikannya kepada dokumenter membuatnya memutuskan belajar audio visual secara otodidak pada akhir 2005. Pada Desember 2005, skrip film dokumenter pendek Ucu yang berjudul Death In Jakarta memenangkan JIFFEST Script Development Competition, dan sejak itu ia terus membuat beberapa film dokumenter hingga Februari 2009, film dokumenter Ragat’e Anak yang tergabung dalam Antologi Pertaruhan (judul internasional: At Stake, produksi Kalyana Shira Foundation) membawanya ke Berlinale Film Festival. At Stake  menjadi film dokumenter Indonesia pertama yang masuk dalam sesi Panorama Documente pada festival film—tertua   setelah Cannes—yang  diadakan di Jerman tersebut.   

Kematian, terutama di Jakarta, begitu biasa. Ini terlihat dari perlakuan mayat-mayat di sebuah rumah sakit di Jakarta. Mayat-mayat bergeletakan, ditutupi sehelai tikar, tidak diurus dengan baik.

  • norwegia
  • blanc
  • TDR
  • SIGMA
  • kpg
  • AAG
  • finale
  • australia-the visual and craft strategy
  • moca
  • perhimpunan jiwa sehat
  • kineforum
  • mo space
  • oaf
  • mondrian
  • yuz museum
  • rvca
  • 5inch
  • nsw
  • Eugenio Lopez Foundation
  • gmci
  • australia
  • finlandia
  • norske
  • jakarta-convention-exhibition-bureu
  • erasmus huis
  • pullman
  • kpsi
  • OG
  • ncca
  • mata perempuan
  • frame
  • crucible gals
  • galeri nasional
  • linda gallery
  • 1
  • asialink
  • ALI
  • SL
  • artesan
  • lost manila
  • australia for the arts
  • west gallery
  • slab