Lulus dari the Berlage Institute tahun 2005, Daliana Suryawinata bekerja sebagai arsitek. Karyanya diterbitkan dalam kompilasi “Works of Young Indonesian Architects 1998-2002, dan dipamerkan di Erasmus Huis Jakarta tahun 2002 dan di the Venice Biennale tahun 2006. Ia kandidat PhD yang sebelumnya lulus dari Berlage Institute. Karyanya telah diterbitkan dalam buku Works of Young Indonesian Architechs (1998—2002) dan dipamerkan di Erasmus Huis (2002). Pada 2006 karya pengajar di Rotterdam Academy of Architecture ini berpartisipasi dalam Venice Biennale.
Andra Matin adalah seorang arsitek yang mendapat sejumlah penghargaan, seperti dinobatkan sebagai salah satu arsitek, dari 101 arsitek dunia, yang paling berkiprah di tahun 2007 oleh Wallpaper Architecture Directory. Dia banyak mengerjakan proyek rumah, bangunan perkantoran, galeri, toko, atau hotel.
Kedua perupa ini, bersama dengan Florian Heinzelman yang merupakan rekanan Daliana di SHAU mengusung karya instalasi yang diberi nama "Sosial Mall".
“Social Mall” ditujukan kepada pemerintah dan investor swasta atau developer. Proyek ini bertujuan untuk menjawab 2 problem dari kota Jakarta: (1) kurangnya fasilitas publik dan (2) terlalu banyak shopping mall, dalam satu solusi spasial.
Sejak 1980, kota mengalami sebuah peningkatan aktifitas dari sektor swasta, yang seringkali merugikan sektor publik. Sekitar 170 mall telah dibangun di area kota Jakarta sejak saat itu. Akan tetapi, walaupun trend tersebut meningkat, beberapa dari mall itu kekurangan pengunjung dan tidak terhubung dengan lingkungan sekitarnya, infrastruktur kota dan mall lainnya.
“Social Mall” mengintegrasikan fasilitas publik, seperti perpustakaan, taman bermain, klinik kesehatan, lapangan olahraga, ruang terbuka hijau. Fasilitas-fasilitas tersebut dimasukkan ke dalam mall yang kurang memiliki pengunjung dan memiliki banyak ruang sewa yang kosong.
Selain itu, mereka melihat potensi dalam memaksimalkan koneksi antara mall ke mall dengan menggunakan jembatan penghubung, platform, dan ramp yang dapat mengakomodasi fasilitas publik yang juga dapat menjadi simbol baru kota Jakarta.